titik aman atau titik bahaya???

ketika saya diamanahi pekerjaan ini olehNya, banyak yang berkata bahwa saya telah berada di titik aman. Titik aman karna bagi segelintir orang di Indonesia ini, pekerjaan saya sekarang bisa dibilang pekerjaan “aman”.

Aman karna udah ada jaminan hari tua, udah ada pensiun, ga bakal kena PHK (tapi bisa saja diberhentikan kalo terlibat kutukan kasus-kasus tak termaafkan), dan lain-lain (saking ga tau lain-lain itu apa lagi). Bahkan ada yang bilang, yang harus dipikirkan ketika telah mendapatkan pekerjaan ini adalah mencari pendamping hidup (bagi yang masih single ya…). Pekerjaan ini masih menjadi favorit para calon mertua, katanya.

Meskipun gaji kecil sudah bukan jadi rahasia (khususnya untuk departemen yang belum menerapkan remunerasi). Angka satu koma sekian mungkin sangat pas-pasan untuk hidup di ibukota.

Ketika kemudian saya menemukan bahwa lingkungan saya tidaklah sebersih yang saya harapkan, saya pun sadar akan hal itu. Apalah yang saya harapkan dengan begitu banyak cerita yang beredar ke telinga saya sebelum saya masuk ke lingkungan ini?

Kemudian suatu saat timbullah pertanyaan dari seorang teman seprofesi, kita ini sebenarnya ada di titik aman atau justru malah masuk ke titik bahaya?

Ah, untuk hal itupun saya sekarang saya menulis ini. Merenungi, apakah jalan yang saya ambil ini sudah benar?

Tidak, saya tidak menyesal. Saya meyakinkan diri bahwa niat di awal adalah sebagai agen perubahan. Ketika menghadapi dilema-dilema, saya mungkin hanya bisa mengandalkan sujud panjang di tengah malam juga ikhtiar yang tiada henti, tapi bukankah cukup Dia sebagai penolong dan Dialah sebaik-baik penolong?

Banyak dilema, banyak hal yang meruntuhkan idealisme, tapi cukuplah bersandar pada syariatNya. Terkadang begitu banyak pula yang meminta dikompromikan, tapi sungguh Dialah pegangan terkuat dan terhandal yang selalu bisa diandalkan. Meski saya tidaklah sempurna, tapi, saya sungguh berusaha menyempurnakannya dengan cara terbaik yang bisa saya lakukan untukNya.

2 thoughts on “titik aman atau titik bahaya???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s