tentang seorang teman…

 

Hari yang benar-benar mengkhawatirkan buat saya.

Mungkin ini bukanlah waktu yang tepat untuk menulis.

Tetapi, saya pun tak tau harus berbuat apa sekarang.

Biarkan saya menceritakan tentang seorang teman , yang entah mengapa telah membuat saya menunggu kisah darinya.

Entah kenapa setiap dia menulis, saya merasa tersindir. Padahal mungkin orangnya sendiri tidak ada maksud seperti itu. Saya merasa dia menuangkan apa yang sedang saya pikirkan dan saya terpesona dengan hal itu, sekaligus gregetan.hahaa…

Saya masih ingat awal pertemuan saya dengannya di suatu diklat. Saya yang datang terlambat dengan baju yang tidak sesuai dresscode saat itu mungkin agak mencolok perhatian atau mungkin ini perasaan saya saja. Saya duduk di bangku yang kosong saat itu. Kalau saya tidak salah ingat, saya duduk di sebelahnya, atau tak jauh darinya.

Saya yang emang lagi ga PD saat itu merasa dia menatap saya lebih dari satu kali. Mungkin ini saya saja yang sedang GR. Atau mungkin sayalah yang menatapnya terus dan tak berani membuka pembicaraan dengannya.hehe..

Saya melihat pribadinya sebagai sosok yang pendiam.

Hm, mungkin bukan pendiam, tapi introvert lebih tepat. Saya tak pernah mengobrol dengannya.

Bukan saya yang tak mau, tapi, saya bingung mau ngobrol apa, dan saya tak berminat mencari tau topik apa yang bisa kami obrolkan (lagi antisosial).

Hingga ada satu permainan yang menjadikan saya berinteraksi dengannya. Hm, percaya atau tidak, waktu permainan itu dimulai, entah kenapa saya berfirasat bahwa dia akan memilih saya saat itu. Makanya saat dia maju, saya iseng ke toilet. Padahal di toilet ga ngapa-ngapain, Cuma menunggu giliran dia selesai dan dia memilih yang lain.

Tapi yang terjadi tidak begitu, seorang teman menyusul saya ke toilet, dan mengatakan bahwa dia memilih saya, dan sayalah giliran yang maju berikutnya. Haha… what a coincidence, but unfortunately i don’t believe any coincidence..

Saya mendengarkan alasan dia memilih saya, klasik, saya sudah menduganya. Kami “mengenal” melalui dunia maya. Tidak benar-benar mengenal ataupun mengobrol, tapi, ya seperti itulah.

Saya mengamati tulisan-tulisannya. Sangat banyak sekali, sangat jauh di atas saya.

Terkadang agak berat  bagi saya memahami bahasanya, tapi lama kelamaan dia menyederhanakannya. Saya suka ketika dia menulis tentang kisah sehari-harinya, diklat yang kami jalani, kelas yang dia lalui, bahkan sampai tulisan-tulisannya tentang cinta. Entah mengapa, pada kisah-kisah “patah hatinya”saya jadi mengingat apa yang terjadi pada hati saya.

Dan saya jatuh cinta pada tulisan romantisnya. Jujur, saya sangat penasaran, siapakah akhirnya   yang beruntung akan mendampinginya. Saya menuliskan kisahnya di jurnal saya, dan saya menanti akan berlabuh dimanakah hati sang pujangga itu.hehe…

Saya menanti kisah yang dia pun belum tau akan hal itu.

Saya menanti sang Sutradara kehidupan ini menjalankan kami semua dengan skenarionya.

Saya berharap suatu saat saya akan membaca bukunya. Karyanya..

2 thoughts on “tentang seorang teman…

  1. ehehehe kukira akhwat ternyta ikhwan toh ya
    dududu cwo romantis mmg dambaan setiap perempuan sptnya? 8->
    smpe pnasaran gitu sm dmnkah dia mlabuhkan cintanya..xixi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s