5

persembahan untuk sahabat…



Meski tak ingin, saya merasakan hidup di dunia saya yang baru. Dunia yang terlepas dari teman-teman kuliah, SMA, apalagi teman-teman SD saya.

saya masih punya sahabat-sahabat yang mendukung saya, tapi entah mengapa saya begitu jahat dengan jarangnya saya menghubungi mereka. kadang, saya mengirimkan pesan singkat bertuliskan “miss you”, yang menurut saya tidak cukup untuk menggambarkan betapa saya masih mengingat dan merindukan mereka. Betapa sering saya jadi makhluk antisosial yang menghindar dari orang lain. Hingga tak jarang saya takut saya masuk golongan “orang-orang yang datang pada temannya hanya pada saat susah saja” atau “orang yang datang saat temannya senang, tapi menghilang saat temannya berduka”.

And so we talked all night about the rest of our lives

Where we’re gonna be when we turn 25

ya, saat menginap bersama dulu seringkali kita membayangkan berbagai macam hal,

dulu kita berandai-andai tentang pangeran, tentang putri, tentang dunia dongeng yang kita ciptakan…

dulu kita begitu ingin cepat menjadi dewasa, tumbuh besar, menyelesaikan sekolah cepat-cepat, kemudian bekerja…

dulu, kita selalu membayangkan tentang akan seperti apa kita dan teman-teman kita kelak..

Dulu, saya sering sekali melihat undangan pernikahan sepupu-sepupu saya ketika mereka berumur 25 tahun, hingga saya berpikir saat orang berusia 25 tahun, mereka harus menikah. Sebentar lagi, tinggal menghitung bulan, lalu hari, insya Allah saya akan merasakan rasanya seperempat abad…

Dan dulu juga saya suka menuliskan cerita tentang diri saya di masa yang akan datang.

Ketika saya SMA, saya membayangkan dan menuliskan kisah ketika saya kuliah (waktu itu saya berharap kuliah di kedokteran). Ketika saya masuk kuliah (yang ternyata jurusannya malah akuntansi..hehe), saya menuliskan kembali cerita baru membayangkan saya berusia 24 tahun, baru resign dari Kantor Akuntan ternama, kemudian menikmati kehidupan saya sebagai seorang penulis lepas (ya, dan saya memang resign dari KAP saat saya menginjak 24 tahun, meskipun saya tidak menjadi penulis lepas seperti bayangan saya).

I keep thinking times will never change
Keep on thinking things will always be the same
But when we leave this year we won’t be coming back
…No more hanging out cause we’re on a different track
And if you got something that you need to say
You better say it right now cause you don’t have another day
Cause we’re moving on and we can’t slow down

 

Sejauh apapun bayangan saya, saya selalu berpikir bahwa waktu tak kan merubah apapun, semua akan sama, termasuk persahabatan saya dengan teman-teman yang saya sayangi.

Tapi, sahabat-sahabat kecil saya pun telah tumbuh menjadi sosok dewasa yang kadang tidak saya kenal lagi..

ketika ada ikatan bernama pernikahan, ketika ada anak, ketika semua berubah..

ketika jarak memisahkan, ada kehidupan lain, dunia lain yang mau tak mau dihadapi.

Kini kita telah berada di titik itu, beragam titik.

Entah  titik balik, entah titik apa..

bagi beberapa orang, mungkin inilah titik pencapaiannya.

Kita berada di jalan kita masing-masing.
These memories are playing like a film without sound
And I keep thinking of that night in June
I didn’t know much of love
But it came too soon
And there was me and you
And then we got real blue
Stay at home talking on the telephone
We’d get so excited, we’d get so scared
Laughing at ourselves thinking life’s not fair
And this is how it feels
As we go on
We remember
All the times we Had together
And as our lives change
Come Whatever
We will still be Friends Forever

Memori-memori ini bermain selayaknya film tanpa suara.

Semua terjadi begitu cepat tanpa bisa dikendalikan.

Saya masih mengingat masa-masa ketika setiap malam saya menelpon sahabat saya (yang sebenarnya juga satu sekolah dan besoknya pasti ketemu juga ^^), awalnya bertanya tentang PR yang berlanjut hingga rumpian berjam-jam yang baru akan terputus ketika ibu saya meneriakkan “bayaran telponnya mahal lhoooo”. Banyak yang kita bicarakan, topik paling hangat tentu saja tentang cowok yang kita taksir di sekolah.

So if we get the big jobs
And we make the big money
When we look back now
Will our jokes still be funny?
Will we still remember everything we learned in school?
Still be trying to break every single rule
Will little brainy Bobby be the stockbroker man?
Will Heather find a job that won’t interfere with her tan?
I keep, I keep thinking that it’s not goodbye
Keep on thinking it’s a time to fly
And this is how it feels

Sekarang, di sinilah kita..

Pekerjaan yang dahulu kita idam-idamkan, bagaimana akhirnya kita merasakan bisa mencari uang sendiri,,haha…

Banyak perubahan, ketika tanpa sengaja bertemu teman kuliah, SMA, SMP, bahkan teman SD yang terpisah sekian lama, tak jarang, kita dibuat terkaget-kaget dengan berbagai perubahan-perubahan itu.

Si tomboy dan chubby itu menjelma menjadi seorang dokter yang cantik dan cerdas.

Yang dulu terkenal nakal, kini begitu terjaga tingkahnya bahkan meminta maaf kepada teman-teman korban kejahilannya dulu.

Si cantik itu telah tumbuh dewasa dan memiliki 2 buah hati.

Ktika begitu banyak yang ternyata bekerja di bank..

Dan begitu banyak pula yang menikah muda ataupun melnjutkan kuliah  S 2 mereka..

Banyak yang merantau dan ternyata berada di sekitar saya, meski banyak pula yang masih menetap di tempat asalnya.

Ini seperti kisah-kisah di komik yang aku baca dulu..

Entah 10 tahun lagi saat kami bertemu kembali, akan seperti apakah keadaannya.

As we go on
We remember
All the times we Had together
And as our lives change
Come Whatever
We will still be Friends Forever

We will still be friends forever
Will we think about tomorrow like we think about now?
Can we survive it out there?
Can we make it somehow?
I guess I thought that this would never end
And suddenly it’s like we’re women and men
Will the past be a shadow that will follow us ’round?
Will these memories fade when I leave this town
I keep, I keep thinking that it’s not goodbye
Keep on thinking it’s a time to fly..
(Graduation-Vitamin C)
mungkin semua memang tidak akan sama lagi.

Mungkin akan ada begitu banyak pikiran-pikiran yang tak kan sama lagi.

Tapi, yakinlah bahwa kita bisa bertahan dengan semua ini.

Kita hanyalah berada di satu titik.

Meski aku tak tau apa yang akan terjadi pada kita, aku hanya meyakini, titik transformasi kita bukanlah perpisahan dan akhir persahabatan kita…

Ini bukan titik akhir kita…!!!!!

 

Untuk semua teman-teman tercintaku yang senantiasa memberi warna kehidupan dan menyemarakkan hariku, melepaskanku dari ketiadaan dan kehampaan di ruang sepi, terimakasih…

 

0

PP Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan

Finally terbit juga PP yang satu ini bulan Oktober 2010 kemarin. PP ini terbit untuk menggantikan PP Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.

Saya sih belum baca lengkapnya PP itu, jadi belum bisa komen apa sih perbedaannya dengan PP sebelumnya.

Intinya sih tetep soal standar akuntansi yang digunain untuk menyusun laporan Keuangan Pemerintah.

Untuk lebih lengkap mungkin silahkan masuk ke web nya Komite Standar Akuntansi Pemerintahan atau KSAP.

Nah, buat yang mau download PP No 71 Tahun 2010, klik di sini ya PP_71_TAHUN_2010

0

Pencari Bahagia…(Balada (C)PNS part II)

Apa saya menyesal? saya merenungi pertanyaan ini.

Saya pun masih mencari passion yang membahagiakan saya. passion yang membuat saya selalu semangat untuk bangkit dari tempat tidur setiap paginya di hari kerja.

Sungguh, saya masih mencari passion itu.

Saya mencoba belajar bahagia, belajar bertahan di tempat ini dengan berbagai alasan yang saya pikir bisa menguatkan saya.

Saya temukan alasan-alasan itu, sama seperti kamu mungkin, seperti banyak orang di posisi saya, di posisi kita  sekarang.

Tapi, kadang berbagai alasan yang menguatkan itu, tak sanggup menahan beban kita di sini. Kita belum juga bisa menemukan gairah itu.

Mungkin inilah saat kita mundur, tapi mungkin saja, harusnya kita masih harus bertahan.

Terbayang wajah bahagia orang tua saya ketika saya diterima, terbayang wajah lega mereka ketika itu. Apa jadinya jika aku katakan saya ingin keluar?

Mereka tak kan keberatan ketika saya ingin berhenti dari KAP tempat aku bekerja kan?

Lalu apa bedanya?

Tapi, saya bertahan sekarang, bukan karna mereka. katakan saya egois, tetapi, bukankah hidup ini saya yang menjalani? saya memang tak bisa bahagia ketika harus menghancurkan hati mereka, tapi, saya menjalani ini semua bukan karna mereka, sungguh bukan demi bahagia mereka.

saya memilih jalan ini, karena saya yakin saya masih bisa mencari bahagia di sini, yang menghantarkan saya pada bahagia dariNya..

Tuhan, semoga langkah saya tetap bertahan di sini adalah yang terbaik menurut Engkau…