persembahan untuk sahabat…



Meski tak ingin, saya merasakan hidup di dunia saya yang baru. Dunia yang terlepas dari teman-teman kuliah, SMA, apalagi teman-teman SD saya.

saya masih punya sahabat-sahabat yang mendukung saya, tapi entah mengapa saya begitu jahat dengan jarangnya saya menghubungi mereka. kadang, saya mengirimkan pesan singkat bertuliskan “miss you”, yang menurut saya tidak cukup untuk menggambarkan betapa saya masih mengingat dan merindukan mereka. Betapa sering saya jadi makhluk antisosial yang menghindar dari orang lain. Hingga tak jarang saya takut saya masuk golongan “orang-orang yang datang pada temannya hanya pada saat susah saja” atau “orang yang datang saat temannya senang, tapi menghilang saat temannya berduka”.

And so we talked all night about the rest of our lives

Where we’re gonna be when we turn 25

ya, saat menginap bersama dulu seringkali kita membayangkan berbagai macam hal,

dulu kita berandai-andai tentang pangeran, tentang putri, tentang dunia dongeng yang kita ciptakan…

dulu kita begitu ingin cepat menjadi dewasa, tumbuh besar, menyelesaikan sekolah cepat-cepat, kemudian bekerja…

dulu, kita selalu membayangkan tentang akan seperti apa kita dan teman-teman kita kelak..

Dulu, saya sering sekali melihat undangan pernikahan sepupu-sepupu saya ketika mereka berumur 25 tahun, hingga saya berpikir saat orang berusia 25 tahun, mereka harus menikah. Sebentar lagi, tinggal menghitung bulan, lalu hari, insya Allah saya akan merasakan rasanya seperempat abad…

Dan dulu juga saya suka menuliskan cerita tentang diri saya di masa yang akan datang.

Ketika saya SMA, saya membayangkan dan menuliskan kisah ketika saya kuliah (waktu itu saya berharap kuliah di kedokteran). Ketika saya masuk kuliah (yang ternyata jurusannya malah akuntansi..hehe), saya menuliskan kembali cerita baru membayangkan saya berusia 24 tahun, baru resign dari Kantor Akuntan ternama, kemudian menikmati kehidupan saya sebagai seorang penulis lepas (ya, dan saya memang resign dari KAP saat saya menginjak 24 tahun, meskipun saya tidak menjadi penulis lepas seperti bayangan saya).

I keep thinking times will never change
Keep on thinking things will always be the same
But when we leave this year we won’t be coming back
…No more hanging out cause we’re on a different track
And if you got something that you need to say
You better say it right now cause you don’t have another day
Cause we’re moving on and we can’t slow down

 

Sejauh apapun bayangan saya, saya selalu berpikir bahwa waktu tak kan merubah apapun, semua akan sama, termasuk persahabatan saya dengan teman-teman yang saya sayangi.

Tapi, sahabat-sahabat kecil saya pun telah tumbuh menjadi sosok dewasa yang kadang tidak saya kenal lagi..

ketika ada ikatan bernama pernikahan, ketika ada anak, ketika semua berubah..

ketika jarak memisahkan, ada kehidupan lain, dunia lain yang mau tak mau dihadapi.

Kini kita telah berada di titik itu, beragam titik.

Entah  titik balik, entah titik apa..

bagi beberapa orang, mungkin inilah titik pencapaiannya.

Kita berada di jalan kita masing-masing.
These memories are playing like a film without sound
And I keep thinking of that night in June
I didn’t know much of love
But it came too soon
And there was me and you
And then we got real blue
Stay at home talking on the telephone
We’d get so excited, we’d get so scared
Laughing at ourselves thinking life’s not fair
And this is how it feels
As we go on
We remember
All the times we Had together
And as our lives change
Come Whatever
We will still be Friends Forever

Memori-memori ini bermain selayaknya film tanpa suara.

Semua terjadi begitu cepat tanpa bisa dikendalikan.

Saya masih mengingat masa-masa ketika setiap malam saya menelpon sahabat saya (yang sebenarnya juga satu sekolah dan besoknya pasti ketemu juga ^^), awalnya bertanya tentang PR yang berlanjut hingga rumpian berjam-jam yang baru akan terputus ketika ibu saya meneriakkan “bayaran telponnya mahal lhoooo”. Banyak yang kita bicarakan, topik paling hangat tentu saja tentang cowok yang kita taksir di sekolah.

So if we get the big jobs
And we make the big money
When we look back now
Will our jokes still be funny?
Will we still remember everything we learned in school?
Still be trying to break every single rule
Will little brainy Bobby be the stockbroker man?
Will Heather find a job that won’t interfere with her tan?
I keep, I keep thinking that it’s not goodbye
Keep on thinking it’s a time to fly
And this is how it feels

Sekarang, di sinilah kita..

Pekerjaan yang dahulu kita idam-idamkan, bagaimana akhirnya kita merasakan bisa mencari uang sendiri,,haha…

Banyak perubahan, ketika tanpa sengaja bertemu teman kuliah, SMA, SMP, bahkan teman SD yang terpisah sekian lama, tak jarang, kita dibuat terkaget-kaget dengan berbagai perubahan-perubahan itu.

Si tomboy dan chubby itu menjelma menjadi seorang dokter yang cantik dan cerdas.

Yang dulu terkenal nakal, kini begitu terjaga tingkahnya bahkan meminta maaf kepada teman-teman korban kejahilannya dulu.

Si cantik itu telah tumbuh dewasa dan memiliki 2 buah hati.

Ktika begitu banyak yang ternyata bekerja di bank..

Dan begitu banyak pula yang menikah muda ataupun melnjutkan kuliah  S 2 mereka..

Banyak yang merantau dan ternyata berada di sekitar saya, meski banyak pula yang masih menetap di tempat asalnya.

Ini seperti kisah-kisah di komik yang aku baca dulu..

Entah 10 tahun lagi saat kami bertemu kembali, akan seperti apakah keadaannya.

As we go on
We remember
All the times we Had together
And as our lives change
Come Whatever
We will still be Friends Forever

We will still be friends forever
Will we think about tomorrow like we think about now?
Can we survive it out there?
Can we make it somehow?
I guess I thought that this would never end
And suddenly it’s like we’re women and men
Will the past be a shadow that will follow us ’round?
Will these memories fade when I leave this town
I keep, I keep thinking that it’s not goodbye
Keep on thinking it’s a time to fly..
(Graduation-Vitamin C)
mungkin semua memang tidak akan sama lagi.

Mungkin akan ada begitu banyak pikiran-pikiran yang tak kan sama lagi.

Tapi, yakinlah bahwa kita bisa bertahan dengan semua ini.

Kita hanyalah berada di satu titik.

Meski aku tak tau apa yang akan terjadi pada kita, aku hanya meyakini, titik transformasi kita bukanlah perpisahan dan akhir persahabatan kita…

Ini bukan titik akhir kita…!!!!!

 

Untuk semua teman-teman tercintaku yang senantiasa memberi warna kehidupan dan menyemarakkan hariku, melepaskanku dari ketiadaan dan kehampaan di ruang sepi, terimakasih…

 

5 thoughts on “persembahan untuk sahabat…

  1. Saya suka ini, kayanya enak sambil dengerin Kita Untuk Selamanya-Bondan ya. Sering kita berharap pertemanan itu bisa terjalin seperti sebelumnya, tapi nyatanya jalan hidup terkadang membelokkan kita.

    Btw, tadinya niat sekolah kedokteran nyatanya masuk kementerian kesehatian, itu jalan hidup yang aneh juga ya…

    • eiyo… it’s not the end, it’s just beginning

      ok… detak detik tirai mulai menutup panggung
      tanda skenario… eyo… baru mulai diusung
      lembaran kertas barupun terbuka
      tinggalkan yang lama, biarkan sang pena berlaga
      kita pernah sebut itu kenangan tempo dulu
      pernah juga hilang atau takkan pernah berlalu
      masa jaya putih biru atau abu-abu (hey)
      memori crita cinta aku, dia dan kamu

      saat dia (dia) dia masuki alam pikiran
      ilmu bumi dan sekitarnya jadi kudapan
      cinta masa sekolah yang pernah terjadi
      dat was the moment a part of sweet memory
      kita membumi, melangkah berdua
      kita ciptakan hangat sebuah cerita
      mulai dewasa, cemburu dan bungah
      finally now, its our time to make a history

      bergegaslah, kawan… tuk sambut masa depan
      tetap berpegang tangan, saling berpelukan
      berikan senyuman tuk sebuah perpisahan!
      kenanglah sahabat… kita untuk slamanya!

      satu alasan kenapa kau kurekam dalam memori
      satu cerita teringat didalam hati
      karena kau berharga dalam hidupku, teman
      untuk satu pijakan menuju masa depan

      saat duka bersama, tawa bersama
      berpacu dalam prestasi… (huh) hal yang biasa
      satu persatu memori terekam
      didalam api semangat yang tak mudah padam
      kuyakin kau pasti sama dengan diriku
      pernah berharap agar waktu ini tak berlalu
      kawan… kau tahu, kawan… kau tahu kan?
      beri pupuk terbaik untuk bunga yang kau simpan

      bergegaslah, kawan… tuk sambut masa depan
      tetap berpegang tangan dan saling berpelukan
      berikan senyuman tuk sebuah perpisahan!
      kenanglah sahabat…

      *kayaknya jadi pengen nulis kisah masa-masa SMA klo denger lagu ini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s