Impian untuk Negeri-Cita Penduduk Negeri Sejahtera

Seperti biasa banyak pikiran yang berkeliaran bebas di otak saya. Saking banyaknya bikin saya uring-uringan sepanjang hari ini.

Begitu banyak yang ingin ditulis, lagi-lagi.

Beberapa hari yang lalu saya membaca sebuah blog rekomendasi teman saya. Blog milik seorang PNS. (http://kringetdingin.wordpress.com). Sang penulis bercerita mengenai pengalamannya sebagai seorang PNS, dan permasalahan yang dia hadapi. Hingga ada suatu statement yang begitu jelas terbaca, “saya gak menyesal memilih untuk mengabdikan diri pada negara, hanya menyesalkan sikap para pejabat yang terkesan arogan dan gak mau tau gimana nasib pegawainya”..

Saya tertohok dengan kata-kata itu. Mungkin karna akhir-akhir ini merasa berada di titik jenuh pengabdian saya terhadap negara. Betapa sering rasanya saya ingin kabur dari pekerjaan ataupun telpon dan sms akhir pekan dari bos saya akhir-akhir ini.
Saya sudah berada di titik muak menghadapi orang-orang yang begitu mengutamakan ego dan pendapatnya sendiri hingga kejujuran, keyakinan, ataupun pendapat dan argumen positif lain rasanya tak ada artinya lagi.

Saya bertanya-tanya kapankah semua akan jadi lebih baik? Akankah tiba saatnya jabatan-jabatan tertinggi itu diisi oleh orang yang benar-benar ahli dalam bidangnya, diakui prestasinya? Bukan hanya diisi oleh orang-orang yang duduk karna hal-hal berbau politis?

Okelah ada beberapa yang memang berprestasi, tapi masih banyak pula yang duduk karna hal-hal politis (tak sedikit pula karna koneksi yang baik).

Bahwa hidup rakyat Indonesia ini tak kan jadi lebih baik dengan orang-orang “songong” di atas sana, orang-orang yang hanya bertindak memikirkan (sekali lagi) ego dan gengsinya. *Di mana Panca Prasetya Korpri itu mereka tanamkan? apakah sekarang itu hanya sekedar omong kosong hafalan yang mereka ucapkan kala prajab dulu?*

Apakah pada akhirnya lingkungan birokrasi negeri ini hanya akan diisi oleh orang-orang yang memutuskan membuang potensi mereka untuk menjadi lebih maju hanya karna iming-iming tunjangan hari tua dari negara? Ataukah oleh agen perubahan yang ingin mewarnai lingkungan ini menjadi lebih baik, tapi kemudian kalah oleh mayoritas yang membuat dirinya terwarnai? Atau oleh para agen yang mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia yang sejati seperti diamanatkan UUD 1945, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Bahwa rakyat yang sehat, kuat, cerdas, bukan hanya di negeri dongeng impian saya, tapi ada di negeri ini, Indonesia, suatu saat nanti….

Sekalipun terdengar naif, inilah Cita Penduduk Negeri Sejahtera, pinjem istilah seorang teman sesama pejuang di negeri ini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s