Untitled….

Berhati-hatilah dengan lidahmu, karna lidah bisa jadi lebih tajam dari pedang paling tajam sekalipun.

 

Kau bisa meminta maaf ketika kata-katamu menyakitkan hati orang lain. Tapi terkadang kata maaf tak bisa menghapus luka yang terlanjur timbul di hati.

Saya berusaha diam saja ketika kemarahan begitu menguasai hati, karna saya tidak ingin ada hati yang terlukai dengan lidah saya ini, seperti yang terjadi hari ini. Saya akui saya salah, mungkin saya yang terlanjur terlalu sensitif hari ini, maka ketika kata-kata tajam terlontar kepada saya, mata saya sudah siap melepaskan pertahan terakhir saya, air mata.

Hari ini hari pertama saya memulai semuanya kembali. Seharusnya saya tau bahwa ketika saya melanggar garis itu, maka akan susah untuk kembali lagi, apalagi dengan posisi saya sekarang. Mengerikan. Satu kata yang menggambarkan semuanya. Saya hanya berharap Allah masih mau memaafkan saya, mengampuni hambaNya yang begitu munafik ini, begitu “nakal” ini. Saya tidak tau apakah saya masih punya kesempatan untuk mendapatkan maafNya, memperbaiki kehidupan saya. Ketika setahun lalu saya terjatuh, seharusnya saya tau ini peringatan dariNya agar tak bermain dengan masalah hati. Tapi setahun kemudian, bahkan belum juga genap setahun, saya jatuh kembali, ke dalam lubang yang lebih dalam, menyakiti diri saya, menyakiti hati saya karna “mengkhianati” semua kebaikanNya, semua nikmatNya.Semuanya karna saya melanggar batas, garis, dan prinsip yang telah saya pegang erat-erat selama ini.

Ketika sahabat saya berkata, dia takut mendekati saya sekarang karna takut saya tersinggung dan tambah labil dengan candaan yang dilontarkannya, saya merasa apakah saya serapuh itu sekarang? Apakah saya selabil itu? hari ini jiwa saya begitu rapuh, saya menyadari kesalahan saya, dan menjadi lebih sakit ketika teman saya menyatakan keberatannya dengan sikap saya yang salah itu. mungkin itu bisa saya anggap tanda sayangnya kepada seorang teman, mengingatkan teman yang melanggar batas, tapi bagi saya, itu bagai sembilu yang menusuk tepat ke jantung saya. Begitu sakit, bagikan berada di mimpi buruk di mana saya tak kunjung terbangun.

Saya sadar setiap tindakan memiliki konsekuensi, tetapi saya, entah otak saya di mana, tidak memikirkan semua konsekuensi itu. Entah karna saya menutup konsekuensi-konsekuensi tersebut dengan berbagai kemungkinan positif yang bisa saya pikirkan, entahlah.

Untuk seorang teman yang telah menegur saya, saya juga masih seorang perempuan yang cenderung lemah oleh perhatian dan sikap-sikap manis, saya berharap semua akan kembali baik sekarang, kita masih bisa saling menghormati dan menghargai selayaknya seorang teman baik (mungkin). Saya memang tak pernah bisa mengerti kamu, kamu pun tak ingin memberi kesempatan itu. Saya tidak mengerti smua yang terjadi, termasuk hubungan pertemanan kita. Mungkin jarak dan dinding yang kini terbentang jauuuuuh lebih baik untuk kita. Tidak akan ada lagi hari-hari seperti kemarin. Tak ada lagi smua tindakan yang melanggar batas itu. Kini, yang ada hanya dunia saya dan duniamu, selayaknya setahun kemarin, saat semuanya dimulai…

 Buat sahabat saya, saya berharap bisa meminjam bahumu sejenak, menangis. Karna yang takutkan kini terjadi, saya merasakan sakit itu lagi. Ah, saya memang bandel, tak mengindahkan nasihatmu dulu, saya memang keras kepala, dan kau tau itu dengan pasti. Saya merindukan masa-masa itu, saat saya masih penuh dengan idealisme, dengan mimpi, impian yang begitu mengisi hati, mengisi hidup, seperti yang saya katakan di pesan singkat semalam.

Saya ingin kembali jadi diri yang saya kenal.

Saya hanya ingin kembali……

2 thoughts on “Untitled….

  1. Innalillahi……tulisanmu sungguh membuatku merinding dan akhirnya menangis say,,, Ya,,lahir,jodoh, rejeki, dan kematian mmg 1paket yg telah ditetapkan olehNya,,,,Subhanallah,,,

    • haduh,,ko aku bikin nangis km terus sih say?
      tapi ya ini perenungan aja, ketika kita bertemu seseorang, menyayanginya, maka kita pun harus bersiap ketika kita harus menghadapi perpisahan dengan dia..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s