Sebuah refleksi kehidupan…

Kematian itu hal yang paling pasti dalam hidup ini…

Belum genap 3 bulan, dan sms pagi ini kembali membuat pikiran saya melayang melintasi ruang waktu, kembali ke hari Sabtu yang mendung itu. Akad nikah pertama yang saya datangi.

Berpikir keras menentukan baju yang akan dipakai hai itu dari sedikitnya pilihan yang ada.

Perasaan haru, merinding, dan getar hati ini masih terasa ketika mengingat saat-saat “perjanjian” itu diucapkan. Rasa haru dan bahagia sang pengantin wanita, seseorang yang saya anggap kakak itu masih bisa saya rasakan.

Pesan singkat pagi ini membuyarkan. Pesan singkat yang cukup panjang, mengirimkan permintaan maaf karna terlambat memberitahukan. Pesan singkat dengan kabar yang membuat speechless. Kabar kematian.

Sang suami telah berpulang ke rahmatullah beberapa hari yang lalu. Saya tak sampai hati menanyakan penyebabnya. Hanya bisa mengirimkan ucapan belasungkawa dan doa-doa yang bisa terlafalkan.

Bahwa kematian kembali mengajarkan sesuatu.

Bahwa kematian menjadi satu paket utuh bersama kelahiran dan jodoh yang telah ditetapkan olehNya sedemikian rupa, dalam sebuah skenario sempurna.

Kemudian dari kematian pula saya mencoba memahami kompleksitas sebuah pernikahan.

Apakah saya siap jika saya kehilangan pasangan yang baru saya nikahi beberapa bulan? Apa saya siap menghadkapi kehilangan yang tidak disangka-sangka?

Ini bukanlah doa. Hanya mencoba membayangkan berada di tempat yang sama. Sanggupkah saya?

Bahwa ketika kita menghadapi pertemuan, kita harus senantiasa siap akan perpisahan.

Bahwa ketika merasakan memiliki, kita harus siap kehilangan, dan sadar sesungguhnya semua yang ada di bumi ini, semua yang kita miliki hanyalah titipan dari Sang Pencipta. Bahwa pasangan, anak, harta benda, kekuasaan, dan semua hal yang kita rasa memiliki, smuanya hanya sementara dan akan kembali padaNya. Innalillahi wa inna ‘ilaihi roji’un. Semua berasal dari Allah dan kepadaNya semua kembali.


Saya berharap kabar ini hanya mimpi, tapi sungguh ini tetaplah kenyataan di mana saya harus mengambil pelajaran darinya. InsyaAllah Allah telah menetapkan yang terbaik bagi hambaNya. Dan Dia takkan memberikan ujian di luar kemampuan hambaNYa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s