21 Ramadhan…

sudah 21 hari Ramadhan ini berlalu.

Jauh sekali dari kesempurnaan, jauh dari harapan yang terukir.

Ketika menulis tulisan ini, tepat jam 12 malam, menandai pergantian hari, menandai 25 tahun 6 bulan sudah saya berada di dunia ini.

Saya yang tak merasakan gairah Ramadhan hingga tiba di penghujungnya. Sedih, membayangkan bahwa mungkin saja ini Ramadhan terakhir yang dapat saya nikmati. Sudah lama saya tak mengingat kematian hingga jiwa saya mulai diliputi rasa congkak, angkuh dan over PD bahwa saya masih bisa menikmati Ramadhan tahun depan. Saya mulai lupa rasanya ketakutan bahwa setiap detik mungkin menjadi akhir cerita saya di dunia. Hingga datangnya kemarin, betapa sesak rasa di dada ini, membuat saya merenung, jika ini ramadhan terakhir saya, apakah seperti ini saja saya ingin melaluinya?

Tahun lalu, ketika seseorang yang belum lama saya kenal meninggal mendadak (tak ada kematian mendadak ya) menjelang Ramadhan, saya berpikir apakah tahun lalu dia sempat merasakan itulah Ramadhan terakhirnya?

Ramadhan ini, kuharap Allah melambatkan langkahnya, agar saya masih bisa bersujud panjang memohon ampun dan memanjatkan sepenggal doa dari proposal Ramadhan yang compang camping.

 

Ya Allah, ya Robbi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s