0

Sabar dan Syukur

haaaaiiiiii….

Assalamu’alaykum…

lama banget rasanya ga nulis yah.. pas buka, jadi semangat liat themes baru blog yang kemaren coba dipasang di hp. ada si gajah, jerapah, kuda nil (bener ga sih?) sama zebra.. Love them.. ^ ^

so, kita mau ngobrolin apa ya.. seperti biasa banyak yang saya ingin ceritakan, yang tertunda sekian lama. dari proses persiapan nikah kemaren (cheh, tp udah super late post ya..hehehe..) sampe yang paling update..

Late post yang paling update nongol di pikiran aja ya *grin*

Ini tentang sabar dan syukur.

Dulu pernah baca, inti dari ajaran Islam itu adalah bersabar dan bersyukur. Bagi saya pribadi, ini adalah inti dari kehidupan kita. Dulu saya pikir, masa sesederhana itu? Bukankah hidup tidak sesederhana itu? tapi coba deh direnungkan…

Searching di internet nemu hadis ini:

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga telah menggambarkan:

عَجَباً لأمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَلِكَ لأِحَدٍ إِلاَّ للْمُؤْمِن: إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خيْراً لَهُ

“Sungguh mengagumkan melihat urusan orang mukmin, baginya, semua masalah adalah baik. Dan, sikap yang demikian tidaklah terjadi kecuali oleh orang beriman. Jika dia mendapatkan kebahagiaan dia bersyukur dan itu adalah hal yang baik baginya, dan jika dia mendapatkan keburukan dia bersabar, dan itu adalah hal baik baginya.” (HR. Muslim No. 2999, Ibnu Hibban No. 2896)..

Ketika diberi kebahagiaan, dia bersyukur dan ketika diberi kesusahan/keburukan, dia bersabar. Bukankah hidup kita ini emang kalau ga bahagia,ya susah (saya ga bilang sedih ya, karena kalau lagi susah belum tentu sedih 😀 ).

Kita mulai dari sisi SYUKUR…

Seberapa sering kita bersyukur setiap hari?

minimal mungkin setiap sholat. atau minim lagi kalau dapat rejeki nomplok..hehe..

tapi kemudian saya mikir lagi.

Mulai dari bangun pagi..

Sudahkah saya bersyukur?

Bersyukur masih dikasih kesempatan hidup lagi. ketemu orang-orang kita cintai. Bukankah ketika tertidur, bisa saja kita tidak terbangun lagi? sampai kapan ya kita “PD” kita masih bisa bangun dalam keadaan sehat wal’afiat tidak kurang satu apapun. Bagaimana kalau pas tidur Alloh putuskan untuk tidak memperpanjang masa kita di dunia?

sudah bersyukurkah kita atas udara yang kita hirup tanpa susah payah? ketika banyak saudara kita yang terbaring lemah dan mengandalkan tabung oksigen untuk penunjang nafasnya?

sudahkah kita bersyukur ketika bangun masih bisa melihat, mendengar, mencium, meraba, berdiri,memegang, menulis.

Berapa banyak saudara kita yang sejak pagi yang dilihatnya hanya kegelapan, tak ada warna, coba deh liat videonya Harun Yahya, di situ ada ilustrasi betapa mengagumkannya proses kita melihat, berkedip, menangkap warna, dsb..

Kita bisa mendengar kicauan merdu burung-burung dan harmoni di sekitarnya, mencium wanginya bunga, ragam aroma masakan (keliatan lagi laper), berdiri tegak di atas dua kaki yang sempurna, memegang dengan kedua tangan.

sudahkah kita bersyukur..

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang Kau dustakan?

sudahkah bersyukur atas hijab ini?

ini pertanyaan saya selanjutnya ketika membaca salah satu postingan teman SMA saya di Facebook. dari posting itu saya sedikit tahu perasaan teman saya yang sudah sangat ingin memakai hijab, tetapi masih terhalang oleh restu sang suami.

Dari postingan singkat ini sebenarnya saya jadi banyak merenung, betapa saya jaraaaaaaaang banget mensyukuri nikmat ini…

Terkadang kita berada di comfort zone, sampe kita lupa ini betapa kita bergelimang nikmat yang harus kita syukuri terus..

Saya mulai memakai hijab tanpa kendala..yah paling dulu gagal langsung pake pas SMA, tapi so far perjalanan berhijab saya tidak terlalu rumit prosesnya. saya bersyukur bisa mengenal kawan-kawan yang baik, yang mengenalkan saya dengan Islam, dengan Alloh, dengan hijab. Alhamdulillah.

Rasanya waktu cepat sekali berlalu. mengingat saat-saat di mushola sekolah dulu. Saat berada dalam lingkaran yang menyejukkan.

Kembali ke saat pake hijab, saya mulai pakai di akhir semester 1, saat saya jadi mahasiswa yang masih imut (hahaha). Awalnya sempat mengalami persediaan baju yang menipis sampai pinjem baju abang yang udah kekecilan, kebingungan cara pakai hijab, bingung hijabnya mau dikasih aksesoris apa biar ga flat bgt. tapi, alhamdulillaaaah banget, Alloh banyak memberi kemudahan. Ada teman yang ngado hijab, ada yang ngado aksesorisnya juga, ibu juga happy beliin baju lengan panjang saat itu. Banyak sekali kemudahan.

Kalau orang bilang orang berhijab susah dapat kerjaan, saya langsung diterima di sebuah KAP di Jakarta. Alhamdulillah. Walaupun sempat ga pede tapi saya diberi teman kerja yang super duper baik, bahkan teman yang Non Islam pun baik pake banget.

Urusan Jodoh. Alhamdulillah sekarang statusnya udah jadi istri. Dan misua ga ngelarang yang namanya pake hijab,dan dia lebih senang ngeliat saya pake hijab yg lebar plus gamisnya (hal yg baru sy ketahui sekarang), kluarganya yang cewek juga hampir semua pake hijab. jadi berasa tentram.

Jadi ngobrol ngalor ngidul lagi deh..jadi self reminder aja untuk selalu bersyukur atas hijab ini, diberi kemudahan dalam memakainya, ga kayak di negara-negara non muslim (bahkan negara muslim tapi sekuler) yang banyak melarang wanita muslim menggunakan hijabnya.

Coba deh pas sholat malam,kita “ngobrol” sama Alloh..bersyukur untuk setiap nikmatnya. Jangan langsung glondongan (apa ya bahasanya),jgn lgs skaligus gtu,tp coba sebutin satu2 nikmat yang kita dapat dari Alloh (bahkan nikmat bisa tidur di kamar yg nyaman,tidur di atas kasur). Sebutkan smua yg kita bisa, dan entah ke menit atau jam kesekian,kita sudah khabisan kata2, bukan karena sudah tidak ada lagi yang bisa disebut tapi karena mungkin kita kehabisan suara atau karena ga tahan untuk nangis, menyadari too many things yang selama ini diberikan, terlalu banyak cinta yang Alloh kasih, tapi terlalu sedikit waktu yang kita berikan untuk bersyukur..

Gimana dengan SABAR?

وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلاَقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

”Dan mintalah pertolongan (kepada) Allah dengan sabar dan sholat. Dan sesungguhhya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang  khusu’ , (yaitu) orang-orang yang menyakini, bahwa mereka akan menemui Robb-nya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya” (Qs. al-Baqarah : 45 -46)

Continue reading