2

Selamat datang perencanaan 2012: SBU untuk TOR & RAB 2012

Ga kerasa perencanaan tahun anggaran baru udah dimulai lagi. SBU untuk Tahun Anggaran 2012 pun akhirnya terbit dalam bentuk Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.02/2011. Ada beberapa perubahan dibandingkan SBU tahun lalu yang saya baca di PMK ini.

Ada beberapa yang mengalami kenaikan, seperti Honor Narasumber Seminar/Rakor/Sosialisasi/Diseminasi untuk Pejabat eselon III ke bawah di 2011  sebesar Rp 700.000 menjadi Rp 800.000/jam. Honor moderator juga naik jadi Rp 600.000/jam.

Untuk Uang Harian perjadin juga ada yang mengalami kenaikan (kalau saya ga salah). Nah di SBU ini dirinci bahwa Uang Harian Perjadin itu terdiri dari komponen: uang saku, uang makan, dan transpor lokal. Di mana, uang saku digolongkan sesuai dengan tingkat pegawai/ pejabat pelaksana kegiatan sebagai berikut:

  • Tingkat A/B/C/D : Rp 115.000/hari,
  • Tingkat E                 : Rp 105.000/hari,
  • Tingkat F                 : Rp 100.000/hari.
Keterangannya:
  • Tingkat A untuk Pejabat Negara (Ketua/Wakil Ketua dan Anggota Lembaga Negara, Menteri dan setingkat Menteri); F
  • Tingkat B untuk pejabat negara lainnya dan Pejabat Eselon I;
  • Tingkat C untuk Pejabat Eselon II;
  • Tingkat D untuk Pejabat Eselon III/ PNS Golongan IV;
  • Tingkat E untuk Pejabat Eselon IV/ PNS Golongan III;
  • Tingkat F untuk PNS Golongan II dan I.
untuk lebih lengkapnya bisa di download di www.anggaran.depkeu.go.id atau di  SBU 2012.
0

PP Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan

Finally terbit juga PP yang satu ini bulan Oktober 2010 kemarin. PP ini terbit untuk menggantikan PP Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.

Saya sih belum baca lengkapnya PP itu, jadi belum bisa komen apa sih perbedaannya dengan PP sebelumnya.

Intinya sih tetep soal standar akuntansi yang digunain untuk menyusun laporan Keuangan Pemerintah.

Untuk lebih lengkap mungkin silahkan masuk ke web nya Komite Standar Akuntansi Pemerintahan atau KSAP.

Nah, buat yang mau download PP No 71 Tahun 2010, klik di sini ya PP_71_TAHUN_2010

0

anggaran oh anggaran…

Di akhir tahun ini lagi populer banget dengar istilah “menghabiskan anggaran” di berbagai instansi pemerintah.

Dulu saya bingung, apa sih maksudnya, kenapa juga harus menghabiskan anggaran?

Hm, akhirnya mulai terjawab juga. Ternyata ini terkait dengan perencanaan anggaran. Seperti yang udah diketahui umum, setiap menjelang akhir tahun, Kementerian/Lembaga tu menyusun bahasa awamnya perencanaan kegiatan dan biaya yang dibutuhkan buat melaksanakan kegiatan tersebut. Nah usulan ini ntar tertuang dalam Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL)* tolong perbaiki klo salah ya*.

Ini semacam patokan kita mau melakukan kegiatan apa saja dalam 1 tahun anggaran, kapan kita akan melakukan, bagaimana tahapan-tahapannya, sampai dengan berapa biaya yang dikeluarkan.

Setelah RKAKL selesai dan disetujui di DJA, kemudian saat kita menyusun RPK (Rencana Pelaksanaan Kegiatan) dan RPD (Rencana Penarikan Dana). Seperti namanya, Rencana2 ini memastikan pelaksanaan kegiatan dan penarikan dana tiap bulannya.

Tiap bulan ada monitoring dan evaluasi bangsanya manajemen dipa, trus LRA tiap bulan, tiap triwulan ada Laporan PP 39. Ternyata oh ternyata ada sistem nilai yang bisa diterapkan dari Pelaksanaan Kegiatan dari tiap satuan kerja (kapan-kapan aja deh penjelasan lengkapnya :p).

Nilai 1 diberikan pada kegiatan yang penyerapan (dana) rendah dan capaian (fisiknya) juga rendah.

Nilai 2 diberikan pada kegiatan yang capaian rendah, tetapi penyerapan tinggi.

Nilai 3 diberikan pada kegiatan yang capaian tinggi tetapi penyerapan rendah. karena hal ini bisa saja terjadi karna adanya efisiensi dana. (klo aku yang mikir sih ini aku kasih nilai 4, kan bisa menghemat pengeluaran tapi pencapaian output maksimal).

Nilai 4 klo capaian dan penyerapan suatu kegiatan sama2 tinggi.

Nah, dari sini sedikit kejawab kan, kenapa penyerapan anggaran maksimal di akhir tahun begitu digadang-gadangkan?

Padahal, lagi-lagi berdasarkan opini pribadi saya, perencanaan yang baik tidak selalu harus berujung terutama pada penyerapan dana yang tinggi, tapi lebih kepada output dan outcome yang maksimal.

Perlu dipertanyakan jika sebagai lembaga pemerintah kita penyerapan dana tinggi, tapi hasilnya output dan outcome yang berpengaruh akhir terhadap kesejahteraan rakyat atau minimal pada tercapainya tupoksi suatu satker masih minimal.

Sistem yang sekarang bukannya salah, tapi terlalu banyak menjadikan orang salah persepsi.

Jikapun ada yang lebih baik, Mungkinkah suatu saat penilaian ini akan berubah ke arah itu?

5

TOR, RAB, SBU 2011

udah mau masuk tahun anggaran baru, lagi pada sibuk ngurusin TOR (Term of Reference) ato Kerangka Acuan Kerja sama RAB (Rencana Anggaran Biaya). Mulailah diriku nyari-nyari yang namanya SBU (standar Biaya Umum) Tahun Anggaran 2011.

Buat TA 2011, untuk kegiatan pertemuan bakal make Full Board dalam nentuin biaya perjalanan dinas.

silahkan klik link di bawah buat buka SBU 2011 ya. SBU 2011 ini sumbernya dari: www.anggaran.depkeu.go.id

SBU 2011

Semoga bermanfaat ^_^