0

13.12.11

13.12.11 ternyata angka hitungan mundur…
Ada doa yang lamat-lamat dipanjatkan.
Ketika angka cantik tlah lewat dan penyempurnaan yang separuh belum tiba waktunya..

Berharap ketika susunan angka itu dibalik,yang separuh pun telah digenapkan..
Tapi berharap tak perlu selama itu tuk menyempurnakannya..

Suatu penyempurnaan semata karna Allah, bukan sekedar fisik,perhatian,kasih sayang,keluarga,nasab,harta,tetapi di atas segalanya adalah akhlak dan agamanya..

Dan Karena-Nya kita membangun cinta kita kelak.

Smoga Alloh telah menuliskan tuk mempertemukan kita di suatu waktu.

Dan mungkin dunia kita kan menjadi begitu sempit rasanya saat itu..

Huruf ta.

0

puding coklat dan teh hangat

Ini adalah sebuah janji di masa lalu. Menyajikan sepiring puding coklat dan secangkir teh manis hangat kepada seorang spesial.

Sebuah janji yang tak kan terwujud untuk seseorang.

Dan sebuah janji yang belum terwujud untuk seorang spesial yang belum boleh disebut namanya.

Janji itu.
Lebih dari sekedar puding coklat biasa.
Lebih dari secangkir teh hangat.

Standard
0

my Untitled Story

Dari awal tahun,begitu banyak undangan berdatangan..
Ah jangan tanya kapan saya menyusul,karna tak perlu orang lain yang bertanya,saya pun pernah menanyakan pertanyaan tersebut. Dan jawabannya sungguh hanya Alloh yang MahaMengetahui 🙂
Entah berapa kali sudah saya bertanya pada teman-teman yang mendahului saya menggenapkan yang separuh. Bertanya tentang yang memantapkan hati mereka tuk melakukan perjanjian Maha Besar,mitsaqan ghaliza..

Rasa nyaman terhadap pasangannya,kata seorang teman. Kenyamanan,rasa aman,bahagia,saling melengkapi jawaban yang lain. Tapi,pekan lalu saya menemukan jawaban yang lebih istimewa yang membuat saya menangis. Jawaban tersirat dari seorang teman yang menuliskan cerita ta’arufnya d undangan walimatul ursy nya..Subhanallah.. Saya iri untuk smua hal yang tak terkatakan.. Iri untuk segala kebaikan.

Saya ingin menyempurnakan dengan cara yang paling baik,paling diridhoi. Saya yakin smua telah tertulis d Lauhul mahfudz. Izinkan saya memperbaiki diri,memperindah akhlak, seraya berdoa yang terbaik untuk kita.

Percayalah,Dunia kan menjadi begitu sempit ketika Alloh telah menakdirkan kita bertemu di suatu waktu..
Dunia kita telah bersepakat untuk itu…

Image
0

Apakah ada bedanya?

Adakah perbedaannya antara ada tidaknya saya untukmu,untuk kalian,untuk komunitas saya,untuk dunia ini?

Sesungguhnya sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

Apakah saya sudah cukup bermanfaat buat orang-orang di sekitar saya?

Di manakah posisi saya di mata dan di hati orang lain?

Sungguh beruntung orang yang keberadaannya sangat penting tidak hanya di mata,tapi juga di hati orang lain. Betapa kehilangannya orang lain ketika dia tidak ada. Posisi “primer” dia dapatkan di hati orang-orang. Posisi yang ditempati oleh hal-hal terpenting dalam hidup seseorang.

Ada lagi orang yang keberadaan dan ketidaannya tidak berdampak apapun bagi orang lain.
Yah,biasa-biasa saja,istilahnya. Ibaratnya barang sekunder buat orang-orang.

Atau bisa jadi seperti barang komplementer. Atau malah cm “pengganti”,substitusi.

Di manakah posisi saya,bagi kalian,kawan?