6

Reflection of The Day 290611

Ketika ditanya apa yang saya rasakan hari ini,rasanya campur aduk.
Saya tidak tahu mengapa, rasanya buruk. Meski awal pagi ini cukup bahagia setelah mengobrol dengan seorang teman *obrolan yang didominasi oleh saya*, membaca bukunya yang menyenangkan, tapi tidak cukup untuk membuat saya merasa lega. Otak ini entah memikirkan apa, hingga membuat badan ini lelah, dada ini sesak. Terpikirkan mungkin saya menjauh dari-Nya akhir-akhir ini. Saya merasakan jiwa saya mulai tak peka, hampa. Saya merasa demikian kotor, apakah terlalu banyak maksiat yang mengotori hati ini hingga hampa yang dirasa?
Saya capek.
Suatu keluhan yang menyebalkan. Tapi entah mengapa merangkum semua letih jiwa ini.
Takut.
Ketakutan menguasai hingga airmata ini tiba-tiba mengalir begitu saja.

Terlalu banyak pikiran-pikiran ,termasuk pendapat orang lain yang memenuhi zona berpikir di otak saya. Hingga meski bertanya pun tak bisa dapatkan jawaban. Saya mulai berharap bisa melihat dan mendengar apa yang orang lain pikirkan tentang saya, seakan melihat bagaimana cara saya menatap,bagaimana saya melihat punggung saya sendiri tanpa bantuan apapun.

Ramadhan kian dekat…
Zona perbaikan diri..
Akankah saya dipertemukan lagi dengannya.
Pertemuan yg tak saya harapkan perpisahannya.

Kegelisahan ini bisa jadi disebabkan juga olehnya.
Ketika tahun lalu saya merasa lebih tenang, lebih bisa menikmati dan merasakan Ramadhan bukan dengan sambil lalu. Tapi saya dibuat terhenyak ketika bulan-bulan yang saya hadapi setelahnya ternyata amburadul.
Ah,bukankah 11 bulan setelah Ramadhan adalah cerminan kualitas Ramadhan kita sebelumnya?

Ya Allah ijinkan saya menghadapi Ramadhan ini dengan hati lebih tenang..
Ijinkan hambaMu ini menjadikan Ramadhan ini jauh lebih baik daripada Ramadhan-Ramadhan sebelumnya.

Advertisements
Standard
0

Berjelajah melintasi GARIS BATAS

menjelajahi negeri2 ASiA Tengah lewat buku

menjelajahi negeri2 ASiA Tengah lewat buku

Kemarin sabtu beli buku ini.. Garis Batas: Perjalanan di Negeri-Negeri Asia Tengah. Karangan Agustinus Wibowo.
Baru saja sampai ke halaman 15. Belum banyak yang bisa dijabarkan. Tapi saya jatuh cinta dengan buku ini. Buku yang ditulis oleh seorang backpacker sekaligus jurnalis foto. Menyenangkan melihat lembaran-lembaran foto yang menggambarkan dunia lain di luar sana yang belum pernah terbayangkan sebelumnya…

Standard
0

CINTA???

Adalah seorang lelaki berkata dia sanggup menjadi imam bagimu. Adalah dia yang berkata mencintaimu karena Alloh.

Teringat kata ustadz pada tatsqif saat itu “Semua Lelaki di kolong langit ini sama saja: mereka semua pembohong” yang segera disambut gegap gempita jama’ah saat itu. “KECUALI” kata ustad melanjutkan “yang datang ke ayahmu (para akhwat), dan berkata bahwa dia ingin bertanggungjawab atas dirimu. Lelaki macam itulah yang dapat kamu pertimbangkan sebagai calonmu.”

TAPI, ketika saya melihat apa yang terjadi belakangan ini, hati saya menjadi sakit. Ketika betapa mudahnya “tanggungjawab” semacam itu diumbar. Dan ketika kata-kata”aku mencintaimu karena Alloh” menjadi tak ada makna lagi.

Apakah namanya “mencintai karna Alloh” saat kamu tetap menggenggam tangannya,mengumbar kata-kata manis dan tetap melakukan hal lain yAng mendekati zina?

Seorang lelaki yang bertanggungjawab dan mencintaimu karnaNya hanya akan datang kepada walimu ketika dia memang telah SIAP menikah dan bertanggungjawab atas dirimu. Tidak dalam hitungan tahun, tapi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya dari saat dia mengkhitbahmu.
Lelaki itu layaknya Ali yang mencintai dan menghargai Fathimah dengan memilih mencintai dalam diam ketika kemampuan menikah belum digenggamannya. Dia yang tetap berbahagia melihat Fathimah dilamar pria lain yang dianggapnya lebih baik. Dan dia yang Akhirnya penuh keberanian melamar dan menikahi Fathimah,gadis yang dicintainya…

Saya bukanlah sosok sempurna tanpa dosa hingga berani menuliskan ini. Tapi betapa saya rindu pada sosok pemuda seperti Ali r.a dan mendamba diri bisa menjadi Fathimah masa kini…

Sungguh,mencintai karna Alloh tak semudah yang terpikirkan…

Standard
0

SAHABATkAh kita?

APA KAMU PERNAH BENAR-BENAR MENGANGGAPKU SAHABAT?

Harusnya pertanyaan itu aku tujukan padamu.

Tapi pertanyaan sebenarnya, apa sebenarnya arti aku di hidup kamu? Atau apakah aku bahkan punya arti di hidup kamu? Apa aku teman? Apa aku sahabat? Atau sebenarnya aku bukan siapa-siapa.

Kamu tanyakan, jika aku punya pertanyaan yang sama, kenapa tak pernah aku tanyakan.

Haruskah kutanyakan jika aku tau semua akan menimbulkan prasangka baru?

Ketika aku mulai merasa semua tindakanku hanya akan membuatmu dirugikan, membuatmu risih, aku memaksa tuk menarik diri. Tatapan itu tak dapat berbohong, begitupun sikap yang terlihat oleh orang lain. Aku ingin sebebas dulu, tak peduli tatapan orang lain,tak peduli pendapat mereka. Menjadi diri sendiri apa adanya. Begitupun dirimu. Kalau dari awal memang kamu pikir tindakan kita salah, maka jangan lakukan. Jangan bersikap setengah-setengah lagi.
Bagiku,seorang sahabat tak akan membuat sahabatnya merasa hanya dimanfaatkan, keberadaannya hanyalah substitusi.
Seorang sahabat tak kan malu menyatakan dengan lantang bahwa aku adalah sahabatnya. Tak peduli pendapat orang di belakang kami, dialah yang akan berdiri di sampingku kala semua meragukan,meluruskan pendapat yang salah.

Kamu lebih dari seorang teman,ketika kabarmu dan pertemuan kita begitu mudahnya membangkitkan bahagia dan senyumku.

Tapi, kamu belum bisa menjadi sahabatku,kala keraguan masih selalu ada antara kita.

Aku hanya ingin kamu bisa diam sejenak dan melihat, apakah arti keberadaanku dalam hidupmu? Adakah aku berharga bagimu? Adakah bahagiamu bersamaku? Adakah kehilanganmu kala aku tak di sampingmu? Adakah rindumu tercurah padaku?

Lalu,apa arti diriku untukmu?

Maka akan terjawab,adakah kamu pernah menganggapku sahabat….

2

Cinta yang Agung…

saya menemukan puisi ini di blog yahoo saya yang terlupakan. Lupa sumber utamanya dari mana.  puisi Khalil Gibran. judulnya Cinta yang Agung. keren banget. suka sama puisi ini…

Adalah ketika kamu menitikkan air mata
dan masih peduli terhadapnya..
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih
menunggunya dengan setia..
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku
turut berbahagia untukmu’

Apabila cinta tidak berhasil
…Bebaskan dirimu…
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas lagi..
Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan
kehilangannya..
tapi..ketika cinta itu mati..kamu tidak perlu mati
bersamanya

Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu
menang..MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika
mereka jatuh.. (Kahlil Gibran)

0

untuk teman….

Sesi curhat hari ini mengajarkan bahwa terkadang apa yang tampak di mata kita begitu sederhana ataupun begitu kekanakan ternyata menyimpan suatu kerumitan tersendiri.

Bahwa seseorang yang tampak baik-baik saja, mungkin sebenarnya menyimpan beban hidup yang berat, yang bahkan kita tidak bisa bayangkan. Kisah itu kadang hanya kita lihat di sinetron, hingga kita tidak tahu betapa nyatanya kejadian tersebut.

Buat seorang kawan, setiap dari kita punya saat-saat terberat dalam hidup ini. Saya pun pernah begitu putus asa. Hingga ketakutan saya padaNya lah satu-satunya penolong saat itu. Ya, takut. Karna mungkin cuma itu senjata saya melawan saat keputusasaan datang. Saat saya meragukan cinta.

Saya kemudian bersyukur atas cintaNya, atas kesempatan yang diberikan. Atas teman-teman terbaik yang diberikanNya di saat-saat terberat itu. Bahwa keyakinan Dia tidak akan menguji  di luar kemampuan hambaNya.

Setan mengajarkan jalan pintas yang begitu praktis dan instan. Sedangkan, Dia mungkin terlihat menyodorkan jalan yang mendaki lagi terjal.

Kita mungkin akan terluka berdarah melewati jalan terjal itu, tapi kita jadi tahu tentang rasa sakit, dan kita tahu bagaimana kemudian kita mengatasi dan menyembuhkannya.  Kita belajar tegar, bersabar, dan bersyukur untuk setiap langkah yang kita lalui.

Sekalipun tak semua hal berjalan seperti yang kita mau, meski segala ikhtiar dikerahkan, yakinlah bahwa apapun yang terjadi adalah kehendakNya, tak ada satupun yang luput dari pengamatanNya, dan bahwa Dia selalu dan selalu memberikan yang dibutuhkan, bukan sekedar yang diinginkan oleh hambaNya.

Mungkin, karna itu dikatakan kenapa neraka begitu murah dan mudah harganya, sedangkan Surga begitu mahal?

 

Image
0

Apakah ada bedanya?

Adakah perbedaannya antara ada tidaknya saya untukmu,untuk kalian,untuk komunitas saya,untuk dunia ini?

Sesungguhnya sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

Apakah saya sudah cukup bermanfaat buat orang-orang di sekitar saya?

Di manakah posisi saya di mata dan di hati orang lain?

Sungguh beruntung orang yang keberadaannya sangat penting tidak hanya di mata,tapi juga di hati orang lain. Betapa kehilangannya orang lain ketika dia tidak ada. Posisi “primer” dia dapatkan di hati orang-orang. Posisi yang ditempati oleh hal-hal terpenting dalam hidup seseorang.

Ada lagi orang yang keberadaan dan ketidaannya tidak berdampak apapun bagi orang lain.
Yah,biasa-biasa saja,istilahnya. Ibaratnya barang sekunder buat orang-orang.

Atau bisa jadi seperti barang komplementer. Atau malah cm “pengganti”,substitusi.

Di manakah posisi saya,bagi kalian,kawan?